FIC art 1

SELAMAT BERGABUNG

 
Sebagai Bruder Muda FIC

kita harus gagah berani

Seperti Malaikat

MICHAEL.

Kita kan kalahkan duniawi

selama kita bersama

DIA

yang mengutus

dan memanggil.

Hiduplah seperti DIA

dan dalam ROH.

Selamat Paskah 2011

Segenap BM se- Indonesia mengucapkan selamat PASKAH bagi kita semua yang seiman dalam Yesus Kristus. Semoga Paskah selalu menjadi pendorong untuk kita terus bangkit dari kelemahan-kelemahan dan dosa.

BERKAH DALEM!

Koordinator BM 2011-2012

Sore itu tanggal 19 April 2011, tepatnya di ruang pertemuan Komunitas FIC Candi, telah terpilih koordinator BM yang baru. Para BM sepakat memilih tiga kandidat (Br. Andreas Joko, Br. Wensislaus Parut, dan Br. Ag. Anton Widiyanto) yang dicalonkan menjadi team koordiator BM. Setelah diadakan foting, Br. Ag. Widiyanto yang pada periode 2010-2011 sebagai sekretaris BM terpilih menjadi ketua nasional BM  2011-2012. Br. Wensi terpilih sebagai wakil ketua. Br. Andre terpilih sebagai sekretaris. Ada keajaiban dalam pemilihan ini; Br. Widi dan Br. Andre tinggal sekomunitas yaitu di komunitas Klaten. Semoga dengan keajaiban ini mereka bertiga kompak, semangat, penuh inspirasi, dan bijaksana dalam mengembangkan BM se-Indonesia.

Ngerumpi Perusak Kehidupan

Di masyarakat  ngerumpi tidak asing lagi bahkan dapat dikatakan telah membudaya. Budaya ngerumpi tidak lepas dari irama kehidupan keseharian bagi beberapa orang yang memang gemar melakukannya. Sebagian orang berpendapat, ngerumpi adalah obat untuk mengendorkan syaraf otak yang seharian bekerja keras, atau juga untuk mengurangi beban pikiran yang selama ini dipendam dalam hati. Dari pada disimpan terus, diampet-ampet dan akhirnya busuk, menjadi penyakit bagi diri sendiri, lebih baik dikeluarkan saja. Bagi yang sudah biasa ngerumpi, kebiasaan ini tidak lagi dipandang dari sebab dan akibatnya namun budaya ini begitu mudahnya dan mungkin malah tidak sadar lagi dilakukan.

Ngerumpi memang ashik dan menyenangkan lebih-lebih yang dijadikan bahan pembicaraan adalah orang-orang yang dibenci, berseberangan pendapat, sembarang orang yang dikenal atau sekilas dikenal, dan tentu yang dibicarakan adalah kejelekan orang-orang itu. Seketika itu merasa puas ya, merasa menang, merasa diatas. Dan sebenarnya saat itulah awal pembunuhan. Pembunuhan yang tidak memberi kesempatan sedikitpun bagi orang yang kita bunuh secara tidak langsung untuk memberi perlawanan apalagi menghindar. Memang pembunuhan yang paling mudah, menyenangkan, dan sekaligus sadis. Lebih kejam dari pada pembunuhan fisik.

Ngerumpi pembunuh juga dapat menjadi semacam kecanduan jika dilakukan terus menerus. Jika tidak membicarakan orang lain barang sejam saja rasanya pikiran gelap dan buntu. Tidak punya bahan untuk bicara selain itu, karena perbendaharaan kata dalam otak dan situasi yang mendominasi pikiran hanya kekurangan orang lain, tak pernah dapat bercermin balik. Rasanya cermin itu telah pudar, tertutupi pikiran-pikiran kotor terhadap orang lain yang terus dioleskan tanpa ada pembersihan.

Ngerumpi juga cerminan secara tidak langsung bahwa dia yang gemar ngerumpi adalah orang yang lemah, selalu kalah disegala hal. Ada pepatah kearifan: “Orang kuat membicarakan ide. Orang lemah membicarakan orang lain.”

Selain pembunuhan yang paling sadis, ngerumpi juga api perusak kehidupan. Jika ngerumpi dilakukan sama saja menyulut api di samping drum terbuka berisi bensin. Semakin lama dan hangat ngerumpi dilakukan, api pun semakin dekat dengan bensin dan akhirnya kebakaranlah yang terjadi. Jika kehidupan telah terbakar maka hubungan-hubungan yang selama ini terjalin rasanya telah hilang, atau malah dianggap tak pernah ada. Inilah awal dari rusaknya kehidupan (berbangsa, bermasyarakat, keluarga/komunitas).

Ngerumpi tidak seluruhnya jelek jika dilakukan sejauh perlu. Maksud dari dilakukan sejauh perlu adalah ngerumpi hal-hal yang positif, ngerumpi yang membangun, memberi dorongan, ngerumpi karena bangga, ngerumpi untuk mengeluarkan ide dan gagasan yang cerdas yang bermanfaat secara positif bagi semua orang.

Di dunia ini tidak ada orang yang senang menjadi bahan ngerumpi. Setiap orang memiliki batas-batas tertentu tentang kehidupannya yang tidak perlu diketahui oleh orang lain. Ngerumpi sama saja mencuri/merampas batas-batas kehidupan orang lain yang seharusnya dirahasiakan untuk dipublikasikan. Hal yang sungguh hina namun dunia ini sepertinya terlanjur cinta. Dimana ada dua orang atau lebih sedang ngerumpi di situlah iblis berkuasa.

The Inspirational Leadership

Sebagai religius tidak lepas dari kepemimpinan, meskipun tujuan menjadi religius bukanlah menjadi seorang pemimpin. Seorang religius suatu saat pasti mendapat perutusan dari kongregasi untuk memegang kepemimpinan di suatu tempat kerasulan, yang membutuhkan sentuhan dan kehadiran religius untuk memberi warna kehidupan yang lebih hidup. Pembekalan ketrampilan kepemimpinan sangatlah penting untuk menyiapkan pemimpin yang baik. Untuk itu koordinator bruder muda bersama-sama para bruder yang lain mengadakan seminar pelatihan kepemimpinan yang diselenggarakan di Novisiat Kanonik FIC, Muntilan, 21-22 Agustus 2010.

Dalam seminar yang bertemakan “The Inspirational Leadership” ini menghadirkan narasumber Bapak Jim Mintarja seorang konsultan dan motivator beberapa perusahaan dari Jakarta. Hadir juga para peserta seminar yaitu para frater Postulan FIC, para frater Novis Kanonik FIC, para frater Novis Lanjutan FIC, para bruder muda FIC, para bruder dari TPBM yang diwakili Br. Hans Gendut dan Br. Simon dan juga para tamu undangan dari tarekat religius lain: para Novis CB, para Novis FC, para Novis CSA dan Seminaris, yang masing-masing tamu undangan diwakili dua peserta.

Sesuai dengan rapat team kordinator bruder muda, tujuan diadakannya seminar kepemimpinan ini adalah untuk meningkatkan daya juang yang makin militan dan percaya diri sebagai religius untuk memimpin.

Bapak Jim Mintarja yang tidak asing lagi dengan para bruder FIC dan Yayasan Pangudi Luhur, dalam pengulasannya tentang kepemimpinan mengatakan, “Seorang pemimpin harus mempunyai kualitas kepemimpinan dan karakter unggul, sehingga dapat menarik orang-orang untuk bergabung dengannya, dan menginspirasi orang-orang untuk bertindak mewujudkan impiannya.” Pak Jim menambahkan, untuk menjadi seorang pemimpin yang mampu memberi motivasi dan inspirasi bagi yang dipimpin, ia harus memiliki kemampuan melihat ke depan, perancang impian, dan harus ada komitmen untuk melakukan perubahan, yang dimulai dari diri sendiri.

Suasana seminar yang hidup karena gaya penyampaian Pak Jim yang menarik, bahan yang sesuai dengan kebutuhan peserta, dan juga diselingi dengan menyanyikan lagu-lagu pembangkit motivasi, membuat waktu seminar terasa singkat. Untuk menjadi pemimpin yang baik sebuah komitmen sangatlah penting, terlebih komitmen yang mendasari hidup kita, komitmen sebagai seorang bruder, suster, seminaris, pelajar, dan peran-peran lainnya yang kita emban.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.