Notulen BM (Surakarta 27-03-2010)
NOTULEN PERTEMUAN BRUDER MUDA II
SURAKARTA, 27 MARET 2010
- Hadir : Br. Anton Karyadi, Br. Hans Gendut, Br. Dwiyatno, Br. Galih, Br. Stephanus, Br. Margi, Br. Iwan, Br Andreas, Br. Kuncoro, Br. Agus Suparno, Br. Widi, Br. Wens, Br. Rudy, Br. Haryadi, Br. Juadi, Br. Selas, Br. Aji, Br. Vembri, Br. Eko, Br. Mujiono, Br. Dendi, Br. Ari, Br. Widyo, Br. Sujarwo, Br. Wawan.
- Pembawa acara : Br. Galih
- Doa Pembukaan dumuai pukul 16.45
Bruder regio Semarang yang dipimpin oleh Br. Ari
Lagu dipimpin oleh Br Sephanus dan bacaan Luk 5:1-11 tentang muri-murid Yesus yang pertama. Isi doa tentang mohon bimbingan Tuhan untuk segala acara yang akan dilaksanakan.
- Pengantar dari TPBM: Br. Dwiyatno, FIC
Ucapan terima kasih atas kedatangan para Bruder
Bahwa Pertemuan Bruder muda yang kedua adalah regenerasi pengurus Bruder muda. Dalam rapat panitia sebelumnya membicarakan masalah nara sumber, tempat, konsumsi, dll.
Tema memberikan arti, makna pengalaman hidup sehari hari (rutinitas) baik di kampus maupun di tempat karya.
Mengambarkan situasi sekarang dengan pengaruh sekularisme yang cenderung membawa para Bruder pada situasi tersebut yang menjadikan hidup rohani menjadi dangkal. Segala sesutau yang sangat ideal akan terasa hambar, ketika idealisme tersebut tidak dhayati dalam hidup.
Oleh karena itu, pertemuan ini akan mendalami atau memaknai rutinitas tersebut.Para Bruder harus menemukan rasa kebanggaan dari apa yan menjadi tugas yang dipercayakan kepada kongregasi.
Tugas diterima secara banga saat awal, namun tidak menutup kemungkinan tejadi hambatan dan tantangan yang ada. Terjadi pergeseran dari tujuan awal yangmengaburkan nilai (misi awal) sehingga tidak mudah untuk menghargai karya kerasulan yang ada. Nilai menjadi kabur ketika melihat sesuatu yang “dianggap enak”. Masing-masing karya kerasulam memiliki tantangannya sendiri-sendiri. Pengalaman yang dianggap tidak enak baru akan dirasakan manfaatnya ketika sudah melewati masa tersebut.
Harapannya adalah supaya sungguh-sungguh dimaknai pengalaman tersebut. Pengalaman mendpat perhatan dari banyak orang sesungguhnya karena orang mengaggap Bruder adalah orang yang sungguh sungguh menghayati hidup rohaninya.
Ajakan: Bersama-sama merenungkan pengalaman dengan mau berbagi dengan teman sepanggilan, saling meneguhkan sesama panggilan.
- Selingan Permainan : Br.Galih
Melipat kertas. Tiap sisi kertas yang dilipat dibuat tulisan A dan B. Kemudian kertas disobek. Yang menarik di ambil sendiri, dan yang tidak menarik diberikan kepada teman. Yang membawa kertas A, buatlah kalimat tanya yang didahului kata “mengapa”; Yang B membuat pertanyaan yang diawali dengan kata ‘Karena”.
Semua jawaban A dan B dikumpulkan, tetapi dipisah.
Br. Jarwo membacakan pertanyaan “Mengapa” dan Br. Dendi membacakan kalimat dengan Karena”. Jawaban ada yang cocok (cocok) tetapi ada juga yang tidak cocok (5).
Nilai-nilai: cita-cita dan realita tidak sama.
- Laporan Regio yang dipandu oleh Br. Kuncoro.
- Regio Jakarta : Br. Mujiono, FIC
Belum membentuk kepngurusan baru. Koordinator : Br. Wawan (27-03-2010) Sekretaris : Br. Dendi, Anggota: br. Muji, Br. Eko. Anggota : Br. Wawan, Br. Muji, Br. Eko. Keulitan untuk mengadakan pertemuan karena masing-masing memiliki tugas dan tempat tidak memungkinkan. Program Rutin:megnantar komuni, mengajar agama di sekolah negeri. Promosi panggilan: aksi panggilan dan seksi panggilan di paroki. Yang belum terlaksana: live in di paroki santa perawan maria, pameran panggilan di Serpong bulan April. Bulan Mei Live in di Paroki Servasius di Bekasi. Pendampingan Outbonund di bekasi bulan juni, pendampingan calon krisma, panitia paskah di gereja. Pembinaan ke dalam: Rekoleksi I (sepuluh keutamaan Bernardus), Rekoleksi II (Menggali semangat para Misionaris dilanjutkan Ziarah ke Bandung bulan Juli). Keuangan : Digunakan saat emgadakan acara, sampai bulai maret 1.800.000, diperoleh dari mengisi rekoleksi.
- Ambarawa, Salatiga, Klaten : Br. Stephanus,
Kegiatan : Belum ada yang teraksana. Yang terlaksana: membersihkan kerkoft, Studi Pustaka (pribadi). Terlibat dalam lingkungan (doa lingkungan), rekoleksi regio belum. Tiap minggu kedua mengisi doa di Brongkol. Br. Stephanus mendamping PIR dan PIA di lingkungan Kalipawon. Mengisi renungan di lingkungan Kali Panjang. Kepengurusan : Ketua; Suryatno, Sekretaris :Anton widi, Anggota: Br galih, Iwan, Selas.
- Klaten : Andre dan Widi
Kegitan : Da lingkungan, mengedarkan majalah kegiatan, mengedarkan brosur FIC, mengikuti kegiatan IKHRAR (live in). Di gereja : membagi komuni dan lektor tiap hari rabu, memimpin lagu,
- Semarang : Br. Aji
Kegiatan : IKHRAR semarang (Evaluasi ARDAS KAS); mengisi renungan di Radio KIS (hari jumat dan selasa), sharing panggilan dan Bimbingan dengan Br. Anton sumardi diadakan di Wisma bernardus sudah 3 kali pertemuan, Sharing ttang pengalaman hidup sehari-hari, Aksi panggilan à 16 Januari 2010 di SMA negeri 45 semarang, 26-28 menyebarkan pamplet dari promotor panggilan, Ziarah (belum terlaksana karen kesibukan masing-masing Bruder). Program ini antara waktu Desember 2009-maret 2010; Anggota: Br. Aji, Widyo, Br. Jarwo
- Regio Jojakarta : Br. Wensi
Koordinator : Br. Vembri.
Sekretaris : Br. Wensi
Anggota :
Kegiatan : Kunjungan keluarga Bruder Promasan dan Naggulan (Br. Umiyadi, Br. Eko W, Heri Ir, Agus Darmadi, Br. Barry, Fran sugi, Martin dary, martin Tukiro. Yang akan dilaksanakan: Screening, membantu capos, aksi pangilan : pendistribusian pamflet, sharing pangilan. Mengisi doa/ibadat lingkungan, ibadat awah di lingkungan.
- Kalimantan : tidak ada informasi
- Laporan pertangunjawaban kepengurusan koordinator perode 2009-2010 : Br. Kuncoro, Br. Andre, Br. Galih. Laporan terlampir.
Hal-hal yang disampaikan:
à Ucapan terima kasih
à Latar belakang (pengantar) penyampaian laporan.
à Kegitan umum : temu akrab bruder muda dan frater FIC di Klaten, Pleno I di Semarang, Pleno II di Surakarta.
à Penutup : kepengurusan, kesan, pesan.
- Evaluasi Umum Kegiatan
à Br. Kuncoro: Program selama ini cenderung monoton. Usul: para bruder menyampaikan apa yang akan dilaksanakan oleh pengurus yang akan datang (harapan, pesan, masukan untuk perbaikan). Ketika sudah akan pleno baru para bruder megnadakan pertemuan.
à Br. Vembri: kepada Br. TPBM atau Bruder Muda. Mempertanyakan keberadaan Ambarawa, salatiga, syalom dan salatiga. Atas dasar apa pembentukan regio. Usul: lebih baik dikembalikan sedia sedia kala (klaten dan ambarawa dipisah).
à Tanggapan br. Dwiyatno. Kalau dianggap penting dipisah demi efektivitas. Laporan pertanggungjawaban : harus ada rencana. Evaluasi dan laporan kegiatan bisa di pertanggungjawaban. Secara keseluruhan : untuk menentukan program maka harus mengerti tugas para Bruder anggota regio, Kedepan kegiatan aksi pangilan dan kegiatan lingkungan dimungkinkan untuk jadi program unggulan. Pengurus mendatang diharapkan memberi prioritas pada majalah komunikasi dan promosi pangilan.
à Br. Andre : Selama ini regio hanya sekedar jalan. Usul: masing-masing regio apakah dimungkinkan menghadirkan team TPBM.
à Br. Hans : menanggapi keprihatinan sulit mencari waktu. Usul: Awal pertemuan/pengurus Koordinator yang baru mengumpulkan anggota untuk menyusun rencana dan program. Regio dikumpulkan dan menyampaikan usulan program supaya ada semangat dan gairah.
à Br. Juadi: Setelah terjadi pergantian pengurus, apakah pernah mengumpulkan semua regio untuk mencari usulan program. Apakah pernah bersama TPBM koordinator Br. Muda membicarakan hal-hal yang dianggap penting. Usul: Dalam pembuatan program diawali dengan identifikasi masalah baru disusun program kegiatan.
à Br. Agus parno: hal-hal yang berkaitan dengan waktu berkumpul bersama mengalami kesulitan, dengan mengadakan kegiatan yang bermanfaat secara wajib.
à Br. Kuncoro menganggapi : dikurangi saling menyalahkan, menyetujui usaha untuk memperbaiki kegiatan. Usul: agar setiap regio dikembangkan. Selain kegiatan provinsi, tetapi juga meningkatkan kebersamaan dalam regio dari hal-hal yang sederhana supaya menjadi bruder yang militan.
à Br. Galih : setuju dengan usulan Br. Hans = harus ditata ulang. Menyarankan agar tiap regio mengusulkan satu bruder untuk menjadi calon koordinator Bruder Muda.
- Regenerasi kepengurusan
Kandidat:
Jogjakarta: Rudyà 8 Suara
Jakarta: Eko à 10 Suara
Ambarawa, Salstiga, Klaten: Widi à 1 Suara
Br. Semarang: Br. Aji à 3 Suara
Berdasarkan hasil pemilihan diatas, maka,
Koordinator : Br. Eko
Wakil : Br. Rudy
Sekretaris : Br. Aji
Humas : Br. Widi
Serah terima kepengurusan
Pengurus Bruder muda yang lama menyerahkan Dokumen-dokumen laporan pertanggungjawaban kepada Bruder Pemimpin Provinsi dan Bruder pemimpin Provinsi menyerahkan tugas baru tersebut kepada pengurus baru dengan kesan dan pesan. Bruder pemmpin Propisi mengucapkan terima kasih ekpad pemgurus lama atas usaha-usahanya. Kegiatan-kegiatan yang direncanakan dari awal itu dilaporkan dalam laporan pertanggungjawabkan. Kegiatan Bruder muda tetap dalam kerangka tema tahunan Provinsi dengan membauta program yang lebih konkret. Misalnya tahun 2010 menghayati sepuluh keutamaan Br. Bernardus. Carilah kegiatan yang bermakna secara kreatif dan rekreatif. Harapannya kegiatan-kegiatan kedepan difokuskan di regio-regio. Maka setelah ini ada pertemuan bersama dengan menyesuaikan (memperhitungkan) dengan waktu ujian bagi bruder yang studi dan kegiatan-kegiatan kerasulan bagi yangbelum studi. Harapan kepada pengurus yang baru: dapa melaksanakan tugas secara baik dan hal ini merupakan sarana latihan berorganisasi.
Ungkapan dari Br. Eko:
Ucapan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan pengurus yang baru, dan mohon dukungan dari para Bruder semua.
- Rapat bersama antar regio dan pengurus Bruder muda yang baru
Para Bruder masuk dalam regio masing-masing untuk menyusun program regio dan besok pagi di presentasikan. Doa malam dilaksanakan dalam kelompok regio masing-masing.
Regio Ambarawa, klaten, salatiga, syaloom. Bruder muda menghendaki bruder muda di Klaten membuat regio sendiri.
Hari II, Minggu, 28 Maret 2010
Pertemuan dimulai pada pukul 08.00
- Pengantar oleh Br. Kuncoro: mengingatkan kembali secara sepintas pertemuan hari I dan meminta pengurus Bruder Muda yang baru untuk memandu pleno hasil diskusi tiap regio berkaitan dengan program tahunan tiap regio. Program tiap regio terlampir di power point.
- Tekun dan setia dalam hidup merasul.setelah pleno hasil diskusi berkaitan dengan pemaparan program tiap regio, acara dilanjutkan dengan penyegaran yang berkaitan dengan tema tahunan Provinsi Indonesia yaitu: tekun dan setia dalam hidup merasul.
Nara sumber: Br. Petrus Anjar, FIC.
I. Pengantar:
Menyambut tahun Yubelium Kongregasi, provinsi Indonesia mencanangkan tahun 2010 sebgai tahun merasul. Ada beberapa poin yang perlu diperhatikan dalam menghayati hidup merasul:
- Kerasulan merupakan barometer hidup sebagai bruder.
Ini merujuk pada refleksi dasar Konstitusi “kita percaya akan panggilan kita untuk membentuk perseskuuan kerasulan dan persaudaraan religius”. Kerasulan ditopang oleh suasana persaudaraan religius. Oleh karena itu kedua hal ini tidak dapat dipisahkan.
Konstiutsi artikel 29 tentang pengaturan hidup kita ditegaskan”hidup kita hendaknya diatur selaras dengan tunuttan2 kerasulan” artinya hendaknya hidup kita diatur secara seimbang antara merasul, berdoa dan refleksi dan hidup bersama dalam komunitas.
Apa yang khas dari hidup religius bruder?
Di samping semangat pendiri, kekhasan hidup religius adalah merasul entah di sekolah, asrama, dan lain2 yang dilandasi oleh semangat hidup bersaksi (kenabian). berkaitan dengan kenabian, Paus Yohanes Paulus II dalam Vita consecrata artikel 84-85 menekankan: dimensi kenabian sebagai jatidiri hidup bakti dan bersumber pada sifat radikal mengikut Kristus. Jelas sitegaskan dalam VC menegaskan bhwa aspek kenabian merupakan sumbangan yangkhas dalam hidup kita sebagai religius pada umumnya, dan hidup bruder FIC pada khususnya.
Menguingat krisis religius yang berkempanjangan yang menyerang masyarakat (krisis) calon, maka sangat dibutuhkan cara hidup religius untuk bersaksi (kenabian) supaya cara hidup tampak di hadapan masyarakat.
- Aspek kesaksian/kenabian dalam hidup merasul kita akan lebih bernilai kalau ditopang oleh atmosfer hidup berkomunitas. Ini menegaskan bahwa hidup tugas kerasulan kita bukan tugas pribadi tetapi persekutuan. Konstitusi kita menegaskan, semua bruder dengan cara bagaimanapun terlibat dalam tugas kerasulan kita bersama, dan dalam memenuhi tugas kita, kita perlu mengandalakna dukungan persekutan.
Artiekl 27: pribadi dan pesekutuan disebutkan: tugas pribadi kita harus dipandang dalam tugas kerasulan kita bersama dalam persatuan dengan Gereja seluruhnya, meskipun tugas yang dijalankan berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan yang dilayani oleh persekutuan dan kemampuan pribadi yang dikafuniai Allah.
Konsttitusi artkel 32: menekankan saling mendukung dalam tugas kerasulan. Belarasa, empati, memeberikan dukungan dan perhatian terhadap sesama bruder. “jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita”. Berkaitan dengan hal ini bercermin dalam VC artikel 67:” pembinaan harus berdimensi hidup bersama juga. Komunitas merupakan tempat utama bagi pembinaan dalam tarekat-tareka Hidup Bakti dan serikat-srikat hidup apostolis. Maka, sejak saat pembinaan dasar hidup berkomunitas hendaklah menampilkan dimensi misioner yang esensial bagi pentakdisan.
- Hidup rohani menyuburkan kerasulan.
Selain hidup Bersama/Berkomunitas penopang kerasulan, aspek lain yang erat dengan hidup merasul adalah Hidup rohani. Kehidupan doa kita tandai oleh motivasi kerasulan kita, dan motivasi kerasulan kita dipercayai oleh doa kita. Hidup rohani ditumbuhkan melalui doa pribadi, bersama, sakramen2 , dan refleksi. Meskipun demikian, tidak bisa dipungkiri dalam realitas hidup kita kerap terjadi ketegangan dalam memadukan dua kepentingan yaitu hidup berkomunitas dan hidup mersul. Namun dalam menghayati hidup religius kita dituntut untuk memadukan dua hal ini yaitu hidup bersama dan merasul (being or doing). Maka berkaitan dengan hal ini, dalam konteks sebagai bruder muda sangat diperlukan adanya pendamping rohani.
- Tri prasetia pengikat kerasulan
Selain beberapa aspek yang disebutkan di atas, aspek lain yang yang mendukung penghayatan hidup merasul adalah Tri Prasetia yaitu Kemiskinan, Ketaatan dan Kemurnian.
II. Tantangan yang dihdapi dalam hidup merasul
Situasi zaman yang menawarkan kemudahan dan keenakan dalam pelbagai bidang kita mendapat tantangan yang begitu hebat untuk mampu bertekun dan setia dalam merasul. Kita cenderung cari gampang, mudah mengeluh, mudah menyerah, dan cenderung melarikan diri dari realitas dengan mengalihkan kesibukan yang mendatangkan kepuasan semu, nonton TV, internetan, dll.
Salah satu aspek yang bisa menjadi pegangan dlaam bertekun dan setia dalam kerasulan adlah merumuskan apa yang menjadi visi-misi tujuan kerasulan kita. Dengan merumuskan visi-misi, semuanya dapat terukur, terprogram, terencana, tidak sekedar spntan dan bahkan kabur serta bingung dengan apa yang dibuat. Denagn mengerti dan memahami tujuan, kita semakin trmotivasi dan semangat untuk mencapainya, dan kita pun merasa puas kalau mendapat hasil yang maksimal.
III. warisan dan harta karun banyak pihak.
Kita sadar bahwa kemajuan kita dalam hidup sebagai bruder bukan karena perjuangan kita sendiri tetapi juga merupakan warisan dan harta karun dari pendahulu kita. Misalnya cara hidup mereka, kedislipnan, ktekunan, dll yang tertanam dlam hidup kita, membentuk pola hidup kita, yang bagi kita sendiri kadang bingung dengan berbagai usaha dan cara yang ditempuh dalam mencapai keberhasilan yang kita capai.
Maka dalam konteks ini kita perlu beryukur atas warisan dan harta karun dari para pendahulu kita, dan sadar bahwa keberhasilan kit a bukan karena kita semata tetapi karena dukungan dari banyak pihak.
IV. penutup
Berkaca pada realitas perkembangan kongregasi kita saat ini dari berbagai aspek, tantangan dan kesulitan yang kita hadapi dan peluang2 pengembangan yang ada di masa mendatang menyadarkan kita untuk:
- Berefleksi, sumbangan apa yang saya berikan bagi kongregasi FIC sesuai dengan bakat, keunggulan atau kemampuan yang dimiliki melalui kerasulan yang ditugskan.
- Berkaitan dengan hal ini, konstitusi artikel 22 menegaskan adanya sikap kesiapsediaan yang besar dan tnpa pamrih. Maka hendaknya kita mengabdikan diri kita di mana saja dibutuhkan dengan cara yangs sesuai. Hal ini tentu menuntut keberanian, penyangkalan diri, keugaharian, dan penghargaan ats kemampuan kita.
V. sharing kelompok.
Setelah penyegaran dari Br. Anjar berkaitan dengan tekun dan setia dalam hidup merasul, para bruder diberi kesempatan untuk sharing kelompok. Bahan sharing mengikuti panduan dengan tiga pertanyaan berikut:
- Untuk bertekun dan setia dalam kerasulan bruder, tantangan dan kesulitan apa yang bruder hadapi? Apa konkritnya?
- Bagaimana bruder mengalami dukungna komunitas dalam menjalankan kerasulan? Apa bentuk konkritnya
- Kesaksian/kenabian apa yang bruder perjuangkan dalam kerasulan? Apa contoh riilnya?bukankah kesaksian bruder buah dari relasi dengan Allah dalam doa?
- setelah sessi dari Br. Anjar, Br. Kuncoro menyampaikan sebuah cerita yang intinya bahwa Br. Kuncoro tidak membuat kesimpulan berkaitan dengan sessi Br. Anjar, karena percaya bahwa setiap bruder memiliki sudut pandang sendiri untuk mencecap, memahami dan menyikapi materi yang telah didapat. Kemudian dilanjutkan dengan evaluasi dan kata penutup dari pembawa acara yang intinya ucapan terima kasih kepada komunitas surakarta, br. Provinsial, Br. Anjar selaku narasumber dan TPBM
- Doa penutup.
Pleno II Bruder Muda ditutup dnegan doa yang pimpin oleh Bruder muda regio Jakarta diwakili Br. Wawan.


Komentar Terakhir