Pentingnya Sebuah Komitmen


By Iwan S.
Ini sebuah kisah nyata untuk nama dan lain sebagainya saya buat samar tetapi tak menghilangkan makna dan tujuan penulisan.
begini ceritanya: Saat itu kami dari berbagai tempat mengadakan sebuah pertemuan dalam sebuah workshop. Kami banyak memperbincangakan banyak hal berkaitan dengan arti sebuah kesetiaan. Pada waktu itu

kami dibimbing oleh seseorang,,hmm (nama dirahasiakan). Dalam pertemuan itu kami diberikan berbagai soal yang sungguh menarik untuk ditelaah bahkan dijadikan sebuah referensi dalam menjalani kehidupan ini. Kira-kira sekitar 7 hari kami mengadakan pertemuan. Pada hari tertentu kami mendapatkan sebuah bahan yang berkaitan dengan kesetiaan, dan kami ditugaskan untuk merefleksikan dan merenungkan semua itu. Setelah semua bahan diberikan kami kembali ketempat kami istirahat,,dan pada malam hari saya mencoba menggali semua itu, teringat akan bacaan dari Padre pio dalam bukunya yang berjudul (Ditepi sungai piedra aku duduk dan menangis,,,) saya sudah selesai membacanya dan sempat terlupakan hal itu. Tetapi pada malam itu saya jadi teringat akan cerita itu, satu hal yang menjadikan saya bergejolak adalah ketika padre pio menceritakan seorang biarawan dengan seorang gadis,,seru deh pokoknya…emmm terus pada waktu itu saya mencoba untuk duduk dengan tenang, menimbang, dan merenungkan dalam kehidupan saya. Alhasil saya hanya merenungkan akan gelas pecah. akhirnya dalam pertemuan hari berikutnya saya mulai menyampaikan bahkan mensharingkan kepada seluruh teman-teman disana.

Sharingnya begini:

Saya maju ke depan dan meminta izin kepada pembimbing, dan syukur saya diperbolehkan…agak grogi seh hingga gemetaran. Pada waktu itu di meja pendamping ada dua gelas, satu gelas berisi air putih dan satu gelas lagi berisi air jus,,,saya minta ijin kepada pembimbing agar meminjami saya satu gelas itu. dan saya diperbolehkan. dan saya ambil gelas yang berisi air putih, lalu karena saya gemetaran saya takut kalau air didalamnya tumpah, lalu salah satu teman saya panggil untuk membantu saya dan teman saya itu maju juga dan membantu saya. duh sedikit lega…hehe
Mulailah saya mengajukan beberapa pertanyaan kepada teman-teman dipertemuan itu. Tapi sebelumnya teman yang membantu saya tadi saya minta untuk mengangkat tinggi-tinggi gelas itu di depan mukanya.
Beginilah pertanyaan yang saya ajukan;

“Kepada saudara-saudari semua anggap saya yang memegang gelas ini, dan saya mohon anda menjawab beberapa pertanyaan saya,” dan merekapun mengiyakan dengan penuh perhatian. senang deh diperhatiakan haha…
“Teman-teman jika gelas ini saya jatuhkan pecah atau tidak?” sepertinya mereka menjawab sambil berfikir, karena jawaban mereka agak beberapa waktu sedikit. lalu saya tegaskan lagi “pecah atau tidak tolong jawab ya atau tidak itu saja”, dan mereka menjawab; “pecah”, dan saya balas “terima kasih atas jawaban teman-teman” lalu saya bertanya lagi..”perlu anda tahu bahwa saat ini gelas di tangan saya, jika menurut pendapat saya bahwa gelas ini tidak pecah, apakah anda masih menjawab bahwa gelas ini pecah?” saat pertanyaan ini saya ajukan, beberapa mengalami kegoyahan, ada yang mengatakan pecah, ada yang tidak,,dan akhir kata saya pun mengajukan pertanyaan yang terakhir “Apakah anda perlu bukti?” dan mereka serempak menjawab “Ya”. Lalu saya tutup dengan kata-kata “kalau begitu jawaban anda, maka terbukti bahwa komitmen kita masih lemah, dan mari kita bersama-sama memegang teguh komitmen kita masing-masing.

Lalu saya mundur dan du

duk kembali di ruang pertemuan itu, setelah selesai pertemuan itu ada beberapa yang datang dan bercerita, bahkan menyampaikan be

berapa hal yang hampir sama pernah dia dapatkan dari apa yan

g saya sampaikan dari pertanyaan tadi..hihi,,,berbangga diri woi(bangga adiknya sombong)..tapi sungguh saya sendiri sampai saat ini ju

ga masih berjuang lho,,jangan dikira permenungan i

tu berhenti sampai disini,,masih banyak hal yang selalu membayangi hidup saya dan masih banyak hal yang perlu saya tingkatkan dalam hidup saya. berkaitan dengan pilihan hidup masing-masing.

 

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.