Dua Kunci Pertanyaan Untuk BM Regio Semarang Saat Plesir
Mengisi hari Paskah tahun 2010 ini, BM Semarang mengunjungi rumah induk para bruder yang berasal dari Semarang. Yang sempat mendapat kunjungan yaitu rumahnya Br. Yoko, Br. Dendi, Br. Muji, dan Br. Agus Sekti. Kami juga ke rumah Br. Widiyanto namun mereka sekeluarga baru ke Ambarawa. Dalam kunjungan ini Br. Frans Sugi juga ikut bergabung, ia ingin mengenal
keluarga para bruder lebih dekat.
Yang paling mengesan adalah ketika mencari tahu rumah keluarga Br. Dendi yang ada di gunung Pati “Villa Siberi”. Sesampai di lingkungan villa Siberi, kami bertanya kepada penduduk setempat, di mana rumah Bu Endang. Kami diberi tahu tempat ibu Endang itu, dan setelah dikunjungi ternyata bukan Bu Endang yang dimaksud. Malah ibu itu mensyarankan agar ke rumah tetangganya yang juga bernama Bu Endang. Setelah menuju rumah Bu Endang yang kedua ternyata juga bukan orang yang dicari. Usut demi usut ternyata di kampung itu ada lima orang yang bernama Bu Endang. Terus bu Endang yang mana ibu dari Br. Dendi itu?
Akhirnya kami menemukan kunci pertanyaan yang cerdas, “Dimana rumah Bu Endang yang pergi Ke Malaysia itu?” Bu Endang yang ke Malaysia dari kampung itu hanya satu yaitu ibu dari Br. Dendi. Akhirnya rumah Bu Endang Malaysia ketemu, namun yang ada di rumah nenek Br. Dendi (ibu dari bu Endang) dan adiknya Br. Dendi.
Lain lagi ketika menuju ke rumah Br. Yoko. Ancer-ancer kami adalah sebuah masjid di daerah itu. Ketika sampai di daerahnya Br. Yoko kami kebinggungan karena di tempat itu ada lebih dari satu Masjid. Antara lupa-lupa ingat kamipun mengira- ira dan berhenti di depan yang menurut kami rumah Br. Yoko. Karena kurang yakin kami bertanya dulu kepada masyarakat setempat, di mana rumah Bu Tatik Ibu dari Br. Yoko? Orang itu tidak tahu, malah menyarankan ke rumah Bu Tatik yang jaraknya masih satu kilometer lagi. Kami makin bingung, dan mengulangi pertanyaan lagi dengan struktur kalimat yang lain. “Di mana rumah Bu Tatik yang Katolik?” Di kampung itu keluarga yang beragama katolik hanya satu yaitu keluarga Br. Yoko.
Orang itu berbinar dan menujukkan rumah Bu Tatik katolik yang sudah ada di depan kami. Rumah keluarga Br. Yoko akhirnya ketemu. Yang ada di rumah itu adik Br.Yoko beserta istri dan anaknya. Kunci pertanyaan untuk rumah keluarga Br. Yoko adalah Kantolik, sedangkan rumah keluarga Br. Dendi adalah Malaysia. Wek wek wek wek!!!!


Komentar Terakhir