Temu Kaum Muda Vincensian
Jumat s.d. Minggu, 6-8 Agustus 2010, di Blitar tepatnya di Stasi Ngadirejo, Paroki Santa Maria –Blitar, terselenggara Temu Kaum Muda Vincensian (TKMV). Pertemuan itu diikuti oleh biarawan, biarawati, pastor, dan pemuda Vincensian yang kurang lebih berjumlah 70 orang (untuk tarekat FIC diwakili Br. Aji dan Br. Selas). Tema yang diambil untuk TKMV ini adalah “Bersama Untuk Mengubah…”. Dengan dibalut udara yang agak dingin (karena di pedesaan yang sejuk) peserta yang datang dari berbagai tempat (Jakarta, Kalimantan Timur, Surabaya dan sekitarnya) antusias mengikuti TKMV ini.
Diskusi-diskusi yang hangat (membahas permasalahan kekurangan air untuk irigasi lahan pertanian di Klaten) mewarnai pertemuan ini. Kesadaran untuk mencintai dan melestarikan alam sekarang ini sedang digalakkan. Pengusaha air kemasan di Klaten dengan peralatan canggin telah membuat air di sekitar Klaten menjadi langka, terutama membuat sumur-sumur warga menjadi kering dan sawah-sawah yang terkenal sebagai gudang beras menjadi kering dan tentu panen berkurang. Rakyat kecil (warga sekitar yang mata pencahariannya sebagai petani) menjadi korban keserakahan perusahaan dan ketidakadilan pemerintah yang lebih memihak pada pengusaha (seakan wakil rakyat telah melupakan rakyatnya).
Sebagai Vincensian yang memihak orang miskin, lemah, dan tersingkir, hal ini menjadi perhatian yang besar. Mungkin para Vincensian merasa sudah ikut ambil bagian dalam membantu orang miskin, namun kenyataannya usaha-usaha itu belum terlalu secara langsung bersentuhan dengan mereka. Maka dalam TKMV ini dihimbau agar setian Vincensian memiliki andil dalam usaha menolong orang miskin, terutama cara yang secara langsung dapat dirasakan mereka, dapat mengubah mereka untuk lebih baik.
Kisah ini tentang seorang anak, Severn Suzuki (umur 12 tahun), yang berkotbah di depan Konfrensi Lingkungan hidup PBB diulas dalam ekaristi. Kisah ini menggugah kami untuk lebih serius menangani kerusakan lingkungan yang terjadi di mana-mana saat ini. Di bawah ini cuplikan pidato Severn Suzuki:
“Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O – Enviromental Children Organization. Kami adalah kelompok dari Kanada yang terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa datang ke sini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan pada Anda sekalian orang dewasa bahwa Anda harus mengubah cara Anda, hari ini di sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja.
Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yang akan datang. Saya berada disini mewakili anak-anak yang kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar.
Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang y ang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitatnya. Kami tidak boleh tidak di dengar. Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubangnya lapisan ozon. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yang dibawa oleh udara.
Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya – hilang selamanya.
Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.
Apakah Anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika Anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang? Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahannya. Tetapi saya ingin Anda sekalian menyadari bahwa Anda sekalian juga sama seperti saya!
Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita. Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya. Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah.Dan Anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di tempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika Anda tidak tahu bagaima cara memperbaikinya. Tolong berhenti merusaknya!
Di sini Anda adalah delegasi negara-negara Anda. Pengusaha, anggota perhimpunan, wartawan atau politisi – tetapi sebenarnya Anda adalah ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi dan Anda semua adalah anak dari seseorang.
Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut.
Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama.
Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan. Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang. Walaupun begitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan. Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.
Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi.
Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: “Aku berharap aku kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih sayang”.
Jika seorang anak yang berada dijalanan dan tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah?
Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran Anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India.
Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini.
Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, Anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk berbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa Anda kemudian melakukan hal yang Anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?
Jangan lupakan mengapa Anda menghadiri konperensi ini, mengapa Anda melakukan hal ini – kami adalah anak-anak Anda semua. Anda sekalianlah yang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan mengatakan, “Semuanya akan baik-baik saja, kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari segalanya”.
Tetapi saya tidak merasa bahwa Anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas Anda semua? Ayah saya selalu berkata, “Kamu akan selalu dikenang karena perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu”.
Jadi, apa yang Anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya menantang Anda, cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.
Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.”
Semoga dengan TKMV ini menggugah kita semua baik Vincensian maupun yang lainnya untuk lebih mencintai dan merawat bumi ini untuk kelestarian kehidupan yang ada saat ini.


Komentar Terakhir